Uang Mahar Sebagai Investasi

Uang Mahar bagi calon pengantin jaman sekarang banyak dalam bentuk uang lama, nilai nominalnya disesuaikan dengan tanggal pernikahan. Mungkin karena antik dan bisa mengingatkan tanggal pernikahan kedua mempelai. Apalagi jika dirangkai jadi bermacam-macam bentuk seperti burung, masjid, perahu dan lain-lain lalu dibingkai dengan frame yang indah maka jadi kelihatan mewah dan beda.
Uang mahar ada yang dalam bentuk kertas dan koin. Biasanya pecahan kecil 1 sampai 10 rupiah menggunakan uang lama, sedangkan pecahan besarnya menggunakan uang yang masih berlaku. Tapi ada pula yang seluruh pecahannya menggunakan uang lama semua. Misalkan tanggal perkawinannya 11 November 2011, maka biasanya disingkat menjadi 111111 (seratus sebelas ribu seratus sebelas). Jadi biasanya uang lama yang dibutuhkan cuma pecahan kecilnya yaitu sebelas rupiah terdiri dari 10 dan 1 rupiah.
Uang mahar adalah hak istri. Jadi agar uang mahar Anda kelak bisa tetap bernilai harganya maka harus dibingkai dalam keadaan baik tidak boleh dilekuk kalau perlu diberi pelindung plastik terlebih dahulu sebelum dibingkai karena uang lama akan terus naik nilai jualnya jika keadaannya baik. Oleh karena itu disarankan uang mahar kertas cukup disusun seperti kipas, beda halnya dengan uang koin yang tidak mudah rusak. Mungkin suatu saat akan bermanfaat bagi istri Anda ataupun menjadi warisan untuk anak cucu Anda.
Bagi yang mampu ada pula yang menggunakan uang mahar koin perak dan koin emas, mulai dari koin zaman belanda sampai koin zaman sekarang.
Saya sendiri waktu menikah dulu menggunakan uang perak dirham untuk mas kawin, karena nilai emas dan perak yang terus meningkat.
Semoga tulisan ini bermanfaat dan bagi para calon pengantin, selamat berburu uang mahar.
 
 

© Bluberry Template Copyright by MuliaCoins

Template by Blogger Templates | Blog-HowToTricks